^.^...Have a Nice Day...^.^

Mengenal Bahan Pakaian

Jika ingin berbelanja pakaian secara online, kenali terlebih dulu jenis bahannya agar tidak menyesal kemudian.

1. Spandex atau Lycra. Kain ini terbuat dari serat sintetis yang bersifat sangat elastis. Pakaian yang terbuat dari bahan ini cenderung rapi untuk waktu lama, dapat menyerap keringat dengan baik, dan akan melekat mengikuti lekuk tubuh sehingga nyaman digunakan. Bahan ini sering digunakan untuk baju renang, pakaian olahraga, dan pakaian sehari-hari seperti kaos, rok, pakaian dalam, sarung tangan, dan legging.

2. Higet. Bahan ini termasuk dalam kategori spandek. Sifatnya juga elastis tetapi lebih berat dari spandek biasa, lapisan luarnya mengkilap, dan tidak mudah menyerap keringat. Bahan ini biasa digunakan untuk baju bola atau jersey.

3. Katun (cotton). Kain jenis ini yang terbuat dari 100% kapas dan memiliki serat benang halus biasa disebut cotton combed. Namun, ada pula cotton caded  yang serat benangnya kurang halus. Kain katun terasa dingin dan sedikit kaku, menyerap keringat, tidak luntur, tidak berbulu, dan rentan terhadap jamur sehingga jangan biarkan kain katun basah terlalu lama. Jenis kain ini juga akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen.

3a. Katun biasa. Kain ini memiliki beragam motif, yaitu: polos, garis, kotak, bunga atau abstrak. Harganya relatif lebih murah, warnanya tahan lama, daya serap keringat tergantung persentase bahan katunnya, dan tidak ada ciri khusus seperti kode warna.

3b. Katun Jepang. Kain ini mirip kain katun pada umumnya tetapi di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design”  atau terdapat kode warna pada kain tersebut. Kain ini lebih mahal daripada kain katun biasa karena permukaan kain lebih halus, warnanya lebih tahan lama, dan memiliki daya serap keringat yang bagus. Kain katun Jepang seringkali digunakan untuk blouse wanita.

3c. Katun Paris Motif. Kain ini mirip katun Jepang karena juga memiliki kode warna pada kain, memiliki daya serap keringat yang bagus, dan harganya juga relatif lebih mahal dari katun biasa. Warna dan permukaan kain pun sama dengan katun Jepang. Namun, kain katun Paris cenderung lebih tipis daripada kain katun Jepang. Kain ini juga biasa digunakan untuk blouse wanita.

3d. Katun Paris Polos. Katun ini hampir sama dengan katun biasa tetapi lebih tipis. Harganya pun hampir sama dengan katun biasa dan tidak memiliki kode warna di kainnya. Katun ini sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.

3e. Silk/India/Zada. Katun jenis ini ada tipis dan tebal. Ciri-cirinya: permukaan kain lebih mengkilap, harga sedikit lebih mahal di atas katun biasa, tetapi tidak semahal kain katun Jepang. Warna kilapnya tahan lama meskipun sering dicuci tetapi daya serap keringatnya paling rendah.

3f. Katun Minyak. Kain ini sama seperti katun lainnya tetapi permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk). Harganya sama dengan katun biasa, daya serap keringatnya lumayan bagus, tetapi warna kilapnya akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

4. Viscose. Kain jenis ini terbuat dari kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus).  Kelenturannya sangat sesuai didesain untuk berbagai model baju pesta, lingerie, underwear, casual wear, hingga jaket.  Ciri-ciri kain viscose adalah: menyerap keringat, terasa lembut dan dingin di kulit, bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat. Bahan pakaian ini akan rusak bila direndam dengan deterjen lebih dari 1 jam. Bisa dicuci atau di dry clean.

5. Linen. Kain ini terbuat dari serat rami sehingga lebih kuat daripada kain katun dan amat cocok untuk gaun atau dress dan pakaian sehari-hari. Ciri-cirinya: terasa dingin, menyerap keringat, dan sangat nyaman dipakai. Namun, kain ini mudah kusut atau berkerut. Untuk perawatan: pilihlah deterjen yang lembut dan rendam dalam air bersuhu hangat.

6. Sifon (Chiffon). Kain ini terbuat dari katun, sutera, atau serat sintetis. Cirinya: sangat ringan, halus, lembut dan menghasilkan efek mengembang. Kain ini banyak digunakan untuk blouse, syal, rok, dan gaun. Namun, bahan ini tembus pandang karena tipis.

7. Twistcone. Sifat bahan ini hampir sama dengan chiffon tetapi tidak tembus pandang, lebih berat dan lebih tebal daripada chiffon.

8. Georgette. Bahan ini lebih kenyal dan bertekstur daripada chiffon. Bahan ini sulit dijahit sehingga biasa digunakan untuk lapisan atas gaun.

9. Denim (Jeans). Bahan ini dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, tentu semakin mudah mencari padanannya. Selain itu, denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada denim yang terang dan belel.

Mengenal Bahan Kain
10. Katun Rayon. Kain ini merupakan perpaduan antara katun dan viscose  sehingga lebih ringan daripada spandek, mudah kusut, dan lebih kaku daripada katun. Pada umumnya bahan ini dibuat untuk kemeja.

11. Teteron Cotton (TC). Bahan ini merupakan kain kaos kombinasi dari 35% Cotton Combed  dan 65% Polyester (Teteron). Dibandingkan katun biasa, bahan ini kurang menyerap keringat dan agak panas di badan. Namun, bahan TC lebih tahan kusut dan tidak melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

12. Cotton Viscose (CVC). Bahan kaos  ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Bahan ini menyerap keringat dan lebih tahan kusut daripada katun biasa.

13. Polyester. Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis, seperti bijih plastik sehingga tidak bisa menyerap keringat, terasa kaku dan panas. Selain itu, jika terkena minyak atau makanan, nodanya sulit dihilangkan dari bahan ini. Bahan ini tahan direndam lebih dari 3 jam. Di dalam pembuatannya bahan ini biasa dicampur dengan bahan lain seperti katun, linen, dan viscose.

14. Baby Terry. Kain ini merupakan perpaduan katun dan polyester. Bahannya mirip kaos tetapi lebih tebal dan sedikit berbulu seperti selimut sehingga biasa digunakan untuk sweater, blazer wanita, dan jumper.

15. Drill. Bahan ini terbuat dari campuran katun dan polyester, tetapi kandungan katun lebih banyak daripada polyester sehingga nyaman dipakai. Harganya lebih mahal daripada katun biasa (tergantung kadar katunnya). Permukaannya berserat garis-garis miring dan terdiri dari 3 jenis, yaitu twill drill (serat kecil), american drill (serat sedang), dan japan drill (serat besar).

16. Paragon. Sifat bahan ini halus seperti kapas dan biasanya digunakan untuk membuat baju basket.

17. Brokat. Kain ini kaya akan dekorasi dengan pola rumit, seperti tanaman, bunga, dll. Brokat biasa digunakan untuk kebaya karena terkesan glamor. Bahan ini tidak sama dengan bordir dan renda. Ada 3 macam brokat, yakni brokat Prancis, brokat semi Prancis, dan brokat lokal.

18. Kain Cashmere. Bahan ini tergolong mewah dengan kualitas amat bagus sehingga harganya mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus tetapi mencucinya harus dilakukan dengan shampoo. Pakaian berbahan ini terlihat sangat menawan jika dipadukan dengan rok yang elegan atau jeans.

19. Lacoste. Kain ini memiliki 2 tipe, yakni lacoste PE dan lacoste cotton (pique). Lacoste cotton lebih dingin, lembut, dan menyerap keringat daripada lacoste PE. Bahan ini biasa digunakan untuk kaos polo atau kaos berkrah. Karena pori-porinya besar, bahan ini cocok dikombinasikan dengan bordir.

20. Lightweight Wools. Kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Sifatnya juga tahan lama dan jatuhnya di badan juga enak dilihat.

21. Akrilik. Secara umum bahan ini mirip wol, lembut, dan mampu menahan panas tubuh, tidak gatal di kulit, nyaman dipakai, dan cepat kering. Namun, bahan ini peka terhadap panas sehingga penyetrikaan harus dilakukan dengan setrika hangat. Biasanya bahan ini untuk kemeja dan seringkali dikombinasikan dengan rompi berbahan lightweight wools.

22. D’Tree. Ini merupakan kain berpori-pori yang mampu menyerap keringat dan biasa digunakan untuk baju basket.

23. Jersey. Untuk bahan satu ini, pilihlah yang agak berat agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan ketat yang tidak enak dilihat.

24. Wedges (Selena). Bahan ini tebal dan kaku sehingga biasa digunakan untuk blazer dan baju kantoran.

25. Leather and Suede. Keduanya terbuat dari kulit tetapi leather dibuat dari kulit luar sedangkan suede  dibuat dari bagian kulit dalam. Untuk membersihkannya, diperlukan teknik perawatan khusus. Carilah bahan ini yang halus dan tidak kaku. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap agar terkesan mahal dan elegan. Mengkilap malah berkesan murahan. Keduanya biasa digunakan untuk sepatu, tas, dan celana.

26. Tenun (Wofen). Bahan ini dihasilkan dari alat tenun tradisional. Kain ini terdapat di beberapa daerah di Indonesia seperti Lombok, Sumatra, dan daerah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri yang berbeda-beda. Harga kain tenun terkadang sangat mahal karena pengerjaannya bisa memakan waktu sampai berhari-hari. Berbeda dengan knit, bahan ini tidak elastis.

27. Knit. Bahan ini terbuat dari rajutan benang dan bersifat elastis mengikuti bentuk tubuh. Ada yang terbuat dari benang halus dan ada yang terbuat dari benang yang tidak terlalu halus.

28. Nylon. Ini merupakan serat sintetis yang tahan jamur, bakteri, dan serangga. Namun, daya serapnya rendah dan tidak tahan panas tinggi sehingga harus berhati-hati pada saat menyetrikanya.

29. Satin. Kain ini terbuat dari sutra dan biasa digunakan untuk baju pesta, lingerie, jaket bisbol, gaun pengantin, celana boxer, celana atlet, kemeja, tas (khususnya clutch), dasi, dan sepatu.

0 komentar:

Post a Comment